PPC Iklan Blogger Indonesia

Blogroll

Minggu, 12 Mei 2013

Memahami Arti Hidup

Hidup. Pernah ada seorang teman bertanya, untuk apa kita hidup. Sesaat aku terbingung untuk menjawab, yang ku tahu selaku orang Islam hidup itu untuk beribadah (wa ma kholaktul jinna wal insa illa liya'budun, tidakllah Aku -Allah- ciptakan jin dan manusia untuk beribadah).
Tiap hari pasti ada orang yang meninggal dunia. Meninggalkan kehidupan, beralih dari seorang yang bernyawa menjadi jenazah yang tergeletak tak berdaya. Bahkan diantara mereka ada orang yang kita kenal juga ikut meninggal dunia, tak luput juga dengan orang yang paling dekat dengan kita. Mungkin ayah, ibu atau anak kita.
Kehidupan di dunia hanya sebentar..., kehidupan di akherat kekal abadi. Pasti kita sudah pernah dengar itu, tapi pernahkah kita meresapi dan memahami maknanya?
Kita tahu bersama bahwa Rosulullah hidup di dunia 63 tahun. Selama hidup Beliau, risalah Islam diturunkan. Lalu Beliau wafat. Lahirnya seseorang, membuat seorang masuk ke alam dunia, lalu setelah meninggal dunia seseorang masuk ke alam akherat. Rosulullah lahir dsan hidup selama 63 tahun, lalu beliau meninggal dunia. Beliau memasuki alam akherat. Semenjak beliau meninggal sampai dengan sekarang (saat kita hidup) ada waktu sekitar 1431 tahun, dimana beliau berada di dalam alam akherat menunggu sampai hari kiamat. Setelah kiamat seorang akan masuk ke hari hisab, penentuan baik buruknya seseorang, lalu menuju neraka atau surga. Di sana baik di neraka maupun surga seorang akan kekal didalamnya tergantung amal perbuatannya.
Jadi kalo kita berpikir luas, manusia hidup hanya 60-an tahun lalu dia akan masuk ke alam akherat lebih dari 1000 tahun lebih bahkan mungkin beribu-ribu tahun sampai hari kiamat, lalu akan kekal di neraka atau surga.
Manusia yang hanya berpikir tentang dunia saja (ingat cuma sekitar 60-70 thn saja), terus mencari dan menumpuk harta, membangun rumah yang megah, mengumpulkan mobil bermacam warna dan merk, menumpuk harga bermilyar-milyar. Namun setelah mati, dia tak sedikitpun membawa hartanya tersebut. Hanya kain kafan saja yang menempel di badan yang dia bawa ke kuburan.
Seorang kadang hanya berpikir mengumpulkan segala sesuatu untuk kepentingan di dunia saja, kadang dia luput dan lupa bahwa kehidupan akheratnya belum dipersiapkan dengan baik. Padahal kehidupan akherat itulah yang lebih lama dan lebih kekal.

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?"
(QS.Al-An'am: 32)

0 komentar:

Posting Komentar